Friday, November 20, 2015

#.Story3 (Kamu pantas hidup - Indonesia)

"Mati aja deh lo." 
"Udah jelek, tengik, pendek, cebol, hitam. Mati aja sana." 
"Ew. Ngapain ngeliat gue? Mati ke jurang aja sana!" 
"Lo gak pantas hidup." 
"Jangan sampai gue melihat muka lo. Ah, jangan sampai lo menghirup udara yang sama kayak gue."
.
.
.
Sering digituin? Sering dicaci maki?
Atau pernah dengar adegan kayak gitu di sinetron?
Well, kalian mesti percaya bahwa semua orang didunia pantas buat hidup.
Why?
Karena, kalian semua lahir pasti ada tujuannya.
.
.
Buat kalian yang selalu mengacaukan pikiran orang dengan berkata seperti itu, apa sih untungnya? Emangnya enak ngancurkan hidup orang seenaknya?
Diam-diam mengejek mereka dengan kata "Mati", kalian gak ngerasa bersalah?
Kalian gak merasa bahwa setiap kata yang kalian ucapkan bisa jadi tujuan terakhir mereka?
Kalian berbuat seperti itu buat apa?
Having fun? 
Having fun NDAS MU!
.
.
Mengucapkan kata-kata seperti itu setiap hari kepada mereka, apakah kalian tak mengerti perasaan mereka?
Perasaan mereka ketika secara tidak sengaja dicaci maki, di depan dirinya mau pun DIBELAKANG dirinya?
Lewat gossip atau chat group.
Kalian merasa bahagia ketika melihat mereka kusam seperti itu?
Kalian merasa bahwa mengejek mereka merupakan tindakan paling MENYENANGKAN seumur hidup kalian?
Kalau kalian merasa seperti itu, lebih baik kalian berkata seperti itu ke ORANG TUA kalian.
.
.
Bayangkan, bila orang tua kalian dicaci maki oleh siapapun.
"Jadi orang tua didik anak yang baik dong. Masa gitu aja gak becus! Mendingan mati aja ketimbang harus ngurus mereka."
Atau, kalian yang dicaci maki oleh orang tua.
"Jadi anak belajar yang baik dong! Kalau kamu seperti ini lagi, mendingan gak usah dilahirkan aja sekalian!"
How? Still thought that saying "die" was fun?
.
.
Jujur, bila kalian masih merasa itu adalah having fun, kalian mendingan sekarang ke psikiater.
Otak kalian perlu dicerna lebih dalam lagi.
.
.
Kalian yang merasa atau melakukannya secepat mungkinlah berhenti melakukan itu.
Itu menyakitkan loh.
Sangat amat menyakitkan.
Perasaan mereka yang mereka tahan selama disekolah bakalan mereka tumpahkan dirumah dan bila ditanya jawaban mereka hanya "Gak apa kok."
Mereka takut, bahwa bila mereka memberi tahu guru, mereka bakalan dihina lebih kejam.
Mereka sadar, bahwa mereka tak bisa berbuat apa-apa.
Mereka sadar, mereka tak berdaya dan didalam sekolah, mereka hanya seonggok bunga layu yang dikelilingi oleh daun-daun lebat.
Mereka sadar, bahwa mereka belum bisa melakukan apa-apa.
.
.
Apakah kalian tau, mereka menahan semua ejekan kalian?
Tak sadarkah kalian bila kalian membuat mereka tertusuk?
Yakinlah, mereka disekolah, akan menangis didalam toilet, tempat dimana semua orang tidak ada, dan dia sendiri yang menumpahkan semua perasaan itu.
Dan ketika keluar, wajah mereka tampak tegar dan percaya diri untuk ditusuk oleh pedang lagi.
.
.
Menahan semua itu menyakitkan sob.
Rasanya DALEM banget.
.
.
Kalian, yang merasa bahwa kalian disiksa, dicaci maki, merasa direndahkan, merasa dihina,
tetap tegar ya.
Roda pasti berputar.
Dan kalian mesti teguh, bahwa kalian pantas untuk hidup dan kalian pantas untuk menjalankan tujuan kalian.
Karena, semua MAHLUK yang dilahirkan, mempunyai tugas dan tujuan mereka.
.
.

X>

No comments:

Post a Comment